Pengertian Khittah Nahdliyah, Latar Belakang, dan Dasar Faham Keagamaan Nahdlatul Ulama
Khittah Nahdliyah merupakan salah satu materi penting dalam pelajaran Ke-NU-an atau Aswaja. Materi ini membahas pengertian Khittah Nahdliyah, latar belakang lahirnya Khittah Nahdliyah, serta dasar faham keagamaan Nahdlatul Ulama (NU). Dengan mempelajari materi ini, diharapkan siswa dapat memahami nilai-nilai dan prinsip yang menjadi pedoman warga Nahdlatul Ulama.
A. Pengertian dan Latar Belakang Khittah Nahdliyah
Kata Khittah berasal dari bahasa Arab yang berarti “garis”. Jadi, Khittah Nahdlatul Ulama berarti “Garis Nahdlatul Ulama”. Maksudnya adalah garis yang diikuti oleh Nahdlatul Ulama dalam perjuangan Nahdlatul Ulama, atau garis kepribadian Nahdlatul Ulama. Bahkan dapat juga diartikan jati diri Nahdlatul Ulama yang seutuhnya.
Khittah Nahdlatul Ulama adalah unsur-unsur positif yang sudah ada pada para ulama Ahlussunnah Waljamaah di Indonesia beserta para pendukungnya berabad-abad lamanya, kemudian dibawa dan dikembangkan oleh Nahdlatul Ulama, melalui jalan atau kegiatan yang dipilihnya.
Khittah Nahdlatul Ulama merupakan landasan berpikir, bersikap, dan bertindak bagi warga Nahdlatul Ulama yang harus dicerminkan dalam tingkah laku perorangan maupun organisasi serta dalam setiap proses pengambilan keputusan.
Landasan tersebut tidak lain adalah paham Ahlussunnah Waljamaah yang diterapkan menurut kondisi kemasyarakatan Indonesia. Meliputi dasar keagamaan maupun kemasyarakatan. Khittah NU juga digali dari intisari perjalanan sejarah (khidmah) dari masa ke masa.
Adapun tahun 1926 adalah tahun kelahiran Nahdlatul Ulama menjadi tonggak sejarah timbulnya kesadaran kolektif para ulama Ahlussunnah Waljamaah dari berbagai penjuru di Indonesia, yang telah memiliki kesamaan-kesamaan tersebut, untuk bangkit dan berjuang bersama-sama dalam satu wadah.
B. Dasar Faham Keagamaan Nahdlatul Ulama
Dalam Khittah Nahdliyah, paham keagamaan adalah bagian pokok yang menjadi landasan berpikir Nahdlatul Ulama. Berikut ini adalah dasar keagamaan yang menjadi landasan berpikir NU dan warganya:
- NU mendasarkan paham keagamaannya kepada sumber Al-Qur'an, As-Sunnah, Ijma', dan Qiyas.
- NU menggunakan jalan pendekatan mazhab.
- Bidang akidah mengikuti paham Ahlussunnah Waljamaah yang dipelopori oleh Imam Asy'ari dan Imam Maturidi.
- Bidang fikih mengikuti salah satu dari mazhab empat.
- Bidang tasawuf mengikuti mazhab Imam Baghdadi, Imam Ghazali, dan imam-imam lain.
- NU mengikuti pendirian bahwa Islam adalah agama fitri, menyempurnakan nilai-nilai baik yang ada pada manusia, ciri-ciri yang baik milik sesuatu kelompok manusia, dan tidak menghapuskannya.
Kesimpulan
Khittah Nahdliyah merupakan pedoman berpikir, bersikap, dan bertindak bagi warga Nahdlatul Ulama. Khittah ini berlandaskan paham Ahlussunnah Waljamaah, dengan sumber ajaran Al-Qur'an, As-Sunnah, Ijma', dan Qiyas. Dalam bidang keagamaan, NU mengikuti pendekatan mazhab serta menghargai nilai-nilai baik yang ada dalam kehidupan manusia.

Posting Komentar untuk "Pengertian Khittah Nahdliyah, Latar Belakang, dan Dasar Faham Keagamaan Nahdlatul Ulama"
Posting Komentar